Tak Ada Malaikat di Jakarta
Aku mencarimu, di kota dimana lampu-lampu gemerlap membisu, orang-orang termangu sendiri dalam keriuhan lalu lalang. Mereka terdiam memegang telpon genggam, sibuk bercengkrama dengan mereka yang tak terjamah. Sementara disini hanya jadi kerumunan orang-orang yang terkurung dalam dirinya sendiri. Aku terasing di statsiun Gambir, statsiun yang baru kusinggahi setelah empat puluh dua tahun hidup di Republik ini.



